10 Peran Penting Seorang Ayah Bagi Anaknya

Peran Penting Seorang Ayah Bagi Anaknya – Seperti yang Sahabat Garap ketahui, bahwa bukan hanya sosok ibu, kehadiran seorang ayah dalam kehidupan setiap anak sangatlah penting. Ini karena ayah akan turut memengaruhi tumbuh kembang anak sejak ia kecil hingga dewasa. Maka dari itu, perlu diingat bahwa peran ayah bukan hanya untuk membantu ibu dalam memenuhi kebutuhan anak. Tugas ayah tidak terbatas mencari nafkah untuk keluarga, tetapi juga memiliki peran aktif dalam dalam mengasuh anaknya dari usia dini sampai dewasa nanti,

Namun untuk pengasuhan anak, idealnya ayah dan ibu memiliki peran yang saling melengkapi dan saling membantu satu sama lain. Dalam berinteraksi dengan anak, peran ayah dan ibu sedikit berbeda. Interaksi ibu berpusat pada aktivitas perawatan seperti memandikan, memberi makan, mengganti popok, serta mengganti pakaian. Sedangkan, interaksi ayah dan anak lebih banyak dalam hal bermain yang menimbulkan semangat. Namun, ada perbedaan peran interaksi ini bukan sesuatu yang mutlak terjadi. Ada kalanya dalam keluarga ayah yang mengganti popok atau memandikan anak, dan ibu yang menemani bermain. Itu hal yang wajar, dan sudah sepatutnya ayah dan ibu saling membantu dalam pengasuhan anaknya.

Lalu disamping manfaat peran ayah bagi anaknya, ada 10 yang menjadi peran paling penting bagi seorang ayah dalam mendidik dan mengasuh anaknya, mari kita simak dibawah ini :

 

 

1. Menggali Potensi Anak

Semakin sering ayah berinteraksi dengan anak, maka ayah dapat menggali potensi anak. Ayah yang sering bercakap dengan anak bisa mengetahui bagaimana pola pikir anak mereka. Ayah dapat memperhatikan minat serta bakat anak. Ayah lebih mudah untuk mengarahkan anak karena berkomunikasi langsung dengan mereka, dan bisa memberikan saran kepada anak tentang bidang yang mereka suka. Dengan demikian, ayah sudah membantu kelancaran proses belajar anaknya agar nanti Ia meraih keahlian dibidangnya.

 

 

 

2. Melindungi Anak

Ayah tampil lebih baik untuk melindungi anak dari predator maupun pengaruh buruk yang membahayakan mereka. “Ketiadaan ayah telah banyak dikutip penelitian sebagai faktor utama penyebab kehamilan pada remaja perempuan,” papar Rob Palkovitz, psikolog.

Ketika ayah terlibat dalam perkembangan anak, mereka bisa memantau apa yang terjadi pada kehidupan anak. Termasuk interaksi si kecil dengan sebaya maupun orang dewasa.

 

 

 

3. Bounding Attachment

Bounding attachment merupakan peningkatan hubungan kasih sayang dengan keterikatan batin antara orang tua dan bayi. Jika ayah ikut andil dalam pengasuhan anak, maka ayah turut menciptakan kenangan indah bersama. Sehingga, bukan hanya ibu yang memiliki bonding dengan anak. Ketika ayah memiliki ikatan kuat dengan anak, maka ayah dapat dengan mudah memahami mereka.

Nah, anak yang merasa nyaman dengan ayahnya bisa bersikap terbuka atas semua kejadian yang Ia alami. Hal ini, dapat menjaga anak terhindar dari sesuatu yang negatif, seperti kenakalan remaja. Bagi anak perempuan yang memiliki ikatan kuat dengan ayahnya, Ia merasa lebih bahagia dan percaya diri, karena ada ayah yang selalu melindungi serta menyayanginya. Sedangkan, bagi anak laki-laki, hal tersebut bisa membuat Ia belajar langsung dari ayahnya bagaimana menghargai seorang istri, karena tidak malu-malu dalam membantu ibunya.

 

 

4. Mengajarkan Berani Ambil Resiko

Jika ibu sering khawatir dengan keamanan dan kesejahteraan anak, ayah cenderung menyemangati mereka untuk berani ambil risiko.

Penelitian yang dilakukan oleh psikolog Daniel Paquette menemukan fakta bahwa para ayah senang jika anaknya berani menghadapi tantangan, mendorong anaknya untuk berbicara dengan orang asing dan meminta mereka untuk menyelam lebih dalam saat pelajaran renang.

 

 

5. Teladan Seorang Ayah

Karena Dads juga memiliki peran ayah dalam keluarga dalam mendidik keluarga, hal yang sama juga dicontohkan oleh para sahabat nabi. Abu Bakar Ahmad bin Kamil bin Khalaf bin Syajarah al-Baghdadi (350H) Rahimahullah misalnya, senantiasa memantau pendidikan putrinya, Amat as-Salam (Ummu al-Fath, 390 H) di tengah kesibukannya sebagai hakim.

Diriwayatkan oleh al-‘Atiqi, hafalan hadits Amat as-Salam bahkan selalu dicatat oleh sang ayah. Syaikhul Islam Abu Abbas Ahmad bin Abdillah al-Maghribi al-Fasi (560 H) rahimahullah juga tercatat mengajari putrinya yang berusia tujuh tahu cara baca alquran, serta buku-buku hadits seperti Bukhari dan Muslim.

Walaupun ada yang mengatakan bahwa beliau terlalu sibuk dengan dakwah sehingga tidak pernah punya waktu untuk putrinya, hal ini dibantah oleh Imam al-Dhahabi yang mengatakan bahwa sulit dipercaya jika ada ulama yang berperilaku seperti ini. Sebab, perbuatan seperti ini merupakan keburukan yang bertentangan dengan ajaran Nabi SAW, Sang Teladan bagi umat manusia yang biasa menggendong cucunya bahkan ketika sedang shalat.

Contoh lain bisa didapati dari riwayat pakar pendidikan Islam Ibnu Sahnun (256H) Rahimahullah.

Disebutkan, Hakim Isa bin Miskin selalu memanggil dua putrinya setelah sholat Ashar untuk diajari Alquran dan ilmu pengetahuan lainnya. Demikian pula dengan Asad bin al-Furat, panglima perang yang menaklukkan kota Sicily, ternyata juga mendidik sendiri putrinya. Nama lain yang tercatat dalam sejarah adalah Syaikh al-Qurra, Abu Dawud Sulayman bin Abi Qasim al-Andalusi (496H) dan Imam ‘Ala al-din al-Samarqandi (539H) Rahimahumullah.

 

 

 

6. Ayah Sebagai Role Model Bagi Anaknya

Selain itu, ayah juga dapat menjadi role model atau contoh yang baik bagi anaknya. Sejak kecil, anak akan mengamati bagaimana orangtuanya bersikap dan memperlakukan orang lain. Anak laki-laki akan meniru perilaku ayahnya dan ketika dewasa ia akan tumbuh menjadi pria dengan karakteristik yang mirip dengan ayah mereka. Pun ketika sudah berkeluarga, anak laki-laki nantinya akan memperlakukan istrinya sebagaimana sang ayah memperlakukan ibunya. Jadi penting bagi ayah untuk membina hubungan yang baik dengan istrinya.

Nah, untuk anak perempuan, peran ayah pun juga tak kalah penting. Ini karena anak perempuan akan menjadikan ayah mereka panutan sehingga tak heran jika saat dewasa ia akan mencari pasangan yang memiliki sifat dan karakter yang mirip dengan ayahnya. Anak perempuan akan memahami bahwa seorang pria harus memiliki hati yang lembut, peduli terhadap wanita, namun tetap kuat dan bisa diandalkan.

 

 

 

Baca Juga: 5 Hadis Nabi tentang Keluarga yang Wajib Kamu Ketahui, Apa Saja?

 

 

 

7. Ayah Sebagai Partner Bagi Anaknya

Memiliki hubungan yang sehat dengan anak, akan membuat seorang ayah menjadi teman bagi sang anak ketika dewasa. Hal ini bisa meminimalisir anak berperilaku menyimpang dan terpengaruh lingkungan yang nggak sehat saat besar nanti. Anak juga lebih sehat secara mental sehingga cenderung nggak mengalami depresi. Dengan memberikan rasa nyaman saat berada di sekitar ayahnya, anak akan lebih mudah dibimbing dan dinasihati.

 

 

8. Ayah Sebagai Pelatih Anaknya

Peran ayah lainnya adalah sebagai pelatih anaknya. Seperti yang sudah disebutkan di atas, sosok laki-laki, dalam hal ini ayah, punya kelebihan fisik yang lebih kuat. Kelebihan ini dapat dimanfaatkan untuk melatih anak mengembangkan keterampilan atau skill penting yang dibutuhkan untuk kehidupan mereka. Apa saja contohnya? Ayah dapat melatih anaknya mengendarai sepeda, memperbaiki mainan yang rusak, menciptakan suatu barang yang sifatnya fungsional, atau berenang. Keterampilan tersebut akan sangat berguna bagi anak di masa depannya.

 

 

 

9. Motivator Keluarga

Ayah merupakan motivator dalam keluarga, terutama bagi sang buah hati. Saat si buah hati mengalami kesulitan, motivasi dari sang ayahlah yang dibutuhkan olehnya.

Sebagai motivator, sang ayah diharapkan dapat menjadi teladan dalam tindakan, perbuatan dan tingkah laku yang sekiranya dapat memberi dampak positif bagi buah hati dalam masa pertumbuhannya. Motivasi dalam keluarga juga dibutuhkan oleh sang istri. Seorang ibu menjadikan suaminya sebagai sumber motivasi positif dan tempat bersandar untuk membangun serta menjaga hubungan keluarga yang harmonis dan bahagia.

 

 

10. Peran Ayah saat Anak Memilih Pasangan Hidup

Salah satu peran Ayah yang kadang terlupakan adalah mencarikan pendamping atau jodoh untuk anaknya, terlebih putrinya. Padahal ini adalah peran yang penting karena apa pun yang menjadi keputusannya bisa berpengaruh atas masa depan anaknya tersebut.

Jika anaknya laki-laki, ayah harus memberikan izin kepada putranya untuk menikahi perempuan salihah yang menjadi pilihannya selama tidak ada mudarat baginy dan keluarganya setelah menikah.

Demikian halnya terhadap anak perempuan, tugas ayah adalah memilihkan suami saleh, ini merupakan puncak dari tugas seorang ayah terhadap anak gadisnya yang berada dalam perwaliannya. Dalam hal ini, orang tua atau wali haruslah hati-hati dalam memilihkan jodoh untuk anaknya karena suami yang akan mendampingi anaknya adalah orang yang dititipi untuk menjaga dan membimbing anaknya menjadi perempuan salihah dan mengantarkannya ke janah.

Allah Swt. berfirman, ”Kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS An-Nur: 32)

Makna “orang-orang yang sendirian” adalah orang-orang yang belum menikah, baik laki-laki maupun perempuan. Ibnu Abbas mengatakan bahwa Allah memotivasi mereka untuk menikah, Allah memerintahkan kepada orang merdeka atau budak untuk menikah, dan Allah menjanjikan mereka dengan kekayaan melalui nikah. (Tafsir Ibn katsir).

As-Sa’di dalam tafsirnya menjelaskan, Allah memerintahkan kepada para wali dan kepala keluarga untuk menikahkan setiap orang yang belum menikah yang berada di bawah kewaliannya, baik laki-laki maupun perempuan, gadis maupun janda. Kewajiban keluarga dan wali anak yatim untuk menikahkan setiap anak yang siap menikah yang wajib ia nafkahi. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 567)

Imam Ibnu Utsaimin berkata, “Aku nasihatkan kepada para bapak (kepala rumah tangga), terkait putra-putri mereka, bertakwalah kepada Allah dalam mengurusi mereka. Karena ketika bapak mampu menikahkan putranya, maka ia wajib menikahkannya, sebagaimana ia wajib memberi pakaian, memberi makan, minum, tempat tinggal kepadanya, ia juga wajib menikahkannya.” (Al-Liqa as-Syahri)

Ada salah satu hadis Nabi yang berkaitan dengan peran ayah ini, Rasulullah saw. bersabda, “Ia yang menjaga tiga anak perempuan (atau dua juga), kemudian ia mendidik dan menikahkan mereka, dan berbuat baik dengan mereka, maka ia akan mendapatkan surga.” (HR Abu Dawud)

“Apabila ada yang meminang anak gadismu dan kamu senang pada agama dan akhlaknya, maka kawinkanlah. Kalau tidak kamu lakukan, sama dengan kamu jadi fitnah di muka bumi dan menimbulkan kerusakan yang luas.”  (At-Turmudzi dari Abu Hurairah)

 

 

 

Demikianlah beberapa Peran Penting Seorang Ayah Bagi Anaknya  yang bisa Sahabat Garap teladani dan di contoh bagi Sahabat Garap yang sudah menjadi ayah atau calon seorang ayah. Mengingat pentingnya peran ayah dalam keluarga, sahabat garap harus pintar-pintar membagi waktu ya.

 

 

 

 

Hubungi kami:

Website: garapundangan.com
WhatsApp: +62 813-9938-9965

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

3 Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *