Our Love Story
Pertemuan
Barangkali, ada pertemuan yang memang sudah dituliskan jauh sebelum kita sempat saling mengenal. Hari itu, kami datang ke tempat yang sama dengan tujuan yang sama: mengikuti ujian masuk fakultas kedokteran. Di antara begitu banyak wajah yang dipenuhi harapan, ada satu tatapan yang diam-diam berhenti lebih lama. Kami belum saling mengetahui nama, belum saling menyapa. Hanya dua orang asing yang kebetulan berada dalam satu ruang, sama-sama menggenggam mimpi yang terasa begitu besar. Di luar gedung ujian, kedua orang tua kami, yang sebelumnya tidak pernah saling mengenal, tanpa sengaja duduk bersebelahan dan mengobrol selama menunggu ujian selesai. Saat itu, tidak seorang pun menyadari bahwa percakapan sederhana itu kelak menjadi halaman pertama dari sebuah kisah yang akan terus ditulis oleh waktu.
Takdir tidak pernah tergesa-gesa. Ia mempertemukan kami kembali di kampus yang sama, memberi kesempatan untuk saling mengenal, lalu membiarkan persahabatan tumbuh menjadi rasa yang lebih dalam. Kami belajar bersama, tertawa bersama, melewati ujian demi ujian, hingga menyadari bahwa perjalanan menuju cita-cita terasa lebih ringan ketika ada seseorang yang berjalan di samping kita. Ketika pandemi memaksa jarak mengambil perannya, kami belajar bahwa rindu bukanlah musuh, melainkan cara waktu mengajarkan kesabaran. Ketika kesibukan sebagai dokter muda membuat langkah kami sempat kehilangan irama, kami mengerti bahwa cinta bukan tentang tidak pernah lelah, melainkan tentang tetap memilih kembali, bahkan setelah sama-sama belajar dari luka.
melangkah ke babak yang baru
Kini, setelah delapan tahun berlalu, kami mengerti bahwa yang paling indah bukanlah bagaimana kisah ini dimulai, melainkan bagaimana Tuhan terus menjaga langkah kami di setiap musim kehidupan. Mimpi yang dulu kami perjuangkan akhirnya menjadi kenyataan, tetapi ada satu anugerah yang terasa jauh lebih besar: menemukan seseorang yang bukan hanya menemani saat jalan terasa mudah, melainkan tetap menggenggam tangan ketika perjalanan menjadi panjang dan melelahkan. Hari ini kami melangkah ke babak yang baru, bukan karena cerita ini telah mencapai akhir, tetapi karena kami percaya, cinta yang baik selalu mengajarkan dua hal: bertumbuh bersama, dan tidak pernah berhenti memilih satu sama lain.
“Mungkin cinta tidak lahir pada hari pertama kami saling memandang. Tetapi hari itu, tanpa kami sadari, takdir sedang memperkenalkan dua hati yang suatu hari akan berjalan dalam doa yang sama.”
Eight years, One Question
#WILLyoumarryFREEY?
Satu Janji, Selamanya
#WILLnotletanythingFREEYaway