Semesta memperkenalkan dua nama.
Belum ada rencana.
Belum ada janji.
Hanya sebuah pertemuan yang tampak biasa.
Namun rupanya sedang mengubah masa depan
Percakapan sederhana menjadi alasan untuk menunggu esok.
Hari-hari yang dulu terasa biasa, perlahan memiliki seseorang untuk diceritakan.
Kami belajar bahwa cinta bukan tentang selalu merasa bahagia.
Melainkan tetap memilih orang yang sama, bahkan ketika keadaan sedang tidak baik-baik saja.
Ada jarak. Ada rindu. Ada doa yang berkali-kali diulang.
Dan ternyata, doa memang memiliki caranya sendiri untuk mempertemukan dua hati.
Kami bertumbuh.
Bukan menjadi dua orang yang sempurna.
Melainkan dua orang yang saling menyempurnakan.
Semakin kami berjalan,
Semakin kami mengerti,
Bahwa Allah tidak pernah tergesa-gesa.
Namun juga tidak pernah terlambat.
Rumah itu mulai kami bayangkan. Bukan dindingnya. Bukan atapnya. Melainkan kehidupan yang akan kami bangun bersama
Lalu tibalah hari ini.
Hari ketika seluruh jalan yang kami tempuh
bermuara pada satu kalimat sederhana:
"Aku pulang."